Diluar kebencian saya kepada NH yang "gila jabatan" itu. Saya sangat menikmati pertandingan demi pertandingan di liga yang notabene, diselenggarakan oleh BLI sebagai kepanjangan dari PSSI tersebut. Terlebih di Std. Jatidiri Semarang sekarang menjadi homebase 2 tim peserta Liga Super yakni PSIS Semarang dan PSMS Medan yang harus "terusir" dari kota mereka.
Selama Liga Super berlangsung saya sudah menyaksikan 3 pertandingan secara langsung. Pertama ketika PSIS bermain dipartai perdana melawan PKT Bontang, dan 2 kali ketika PSMS bertindak sebagai "tuan rumah" melawan Persija dan Persela.
Pertandingan antara PSMS Medan melawan Persija Jakarta sangat berkesan bagi saya. Walaupun suasana stadion sangat sepi, saya sangat senang bisa melihat langsung para pemain bintang di Persija. Melihat aksi kapten tim nasional Indonesia Ponaryo Astaman yang pada piala Asia 2004 mencetak gol spektakuler melawan Qatar. Bambang Pamungkas dengan gemerlap prestasinya bersama Selangor FC (Bukti bahwa orang Indonesia bisa berprestasi di Malaysia bukan hanya sebagai TKI saja). Hendro Kartiko mantan kiper no 1 Indonesia.
Selain itu saya juga melihat pemandangan dari suporter yang sangat berbeda dengan suporter-suporter lain di Indonesia. Jakmania, mereka menyanyi hampir di sepanjang pertandingan tanpa mengenal lelah demi tim mereka, Persija. Namun ada hal yang aneh juga, banyak diantara mereka ikut datang jauh dari Jakarta ke Semarang. Tapi mereka tidak punya uang untuk membeli tiket masuk stadion dan hanya duduk-duduk di luar stadion. Lha kok bisa sampai Semarang ya??
Namun dibalik itu semua, dibalik ketidakjelasan jadwal pertandingan. Semoga Indonesia Super Liga bisa menjadi ajang yang menarik bagi semua insan sepakbola Indonesia... Bukan hanya ISL = Indonesia Semrawut Liga..
1 komentar:
kapan-kapan kasi tau lagi ya mas, kalo ada pertandingan,
aku gatau sama sekali he kalo ada yang tanding,
tapi selama aku di jogja, sama aja denk, aku ga bisa nonton,,
Posting Komentar